Upacara Adat Pernikahan di Aceh Gayo

6290 views

Upacara Adat Pernikahan di Aceh Gayo

Upacara Adat Pernikahan di Aceh Gayo - Dalam tradisi masyarakat Aceh Gayo, pengantin wanita boleh menentukan besarnya mahar dan apa yang sudah dimintanya tersebut tidak boleh ditawar lagi. Masyarakat kita adalah masyarakat majemuk dengan banyak kebudayaan daerah yang tersebar di seluruh Nusantara. Masing-masing budaya mi menjadi identitas dan suku bangsa tertentu. Kali mi kita akan mengulas budaya perkawinan masyarakatAceh, khususnya Gayo. Kebudayan Gayo terdiri dan kebudayaan Gayo Lues yang berpusat di Aceh Tenggara, kebudayaan Gayo Serbejadi di Aceh Timur, kebudayaan Gayo Linge dan Gayo Lut di Aceh Tengah. Tradisi perkawinan mereka secara turun-temurun meliputi banyak tahapan di mana tiap fasenya memiliki makna sakral tersendiri, antara lain adalah:

Upacara Adat Pernikahan di Aceh Gayo

Risik kono

ini merupakan tahapan awal kedua pihak orangtua membicarakan keseriusan hubungan anak-anak mereka. Biasanya ibu calon pengantin pna melemparkan senda gurau kepada ibu calon pengantin wanita, sampai akhirnya pertemuan mi mengarah ke pembicaraan serius mengenai kelanjutan hubungan kedua calon pengantin.

Munginte

Tahapan ini disebut juga meminang. Biasanya tidak Iangsung dilakukan oleh orangtua calon pengantin pria tetapi diwakilkan oleh kerabat dekat pihak pria. Utusan ni disebut telangke/telangkai. Mereka terdiri dan tiga sampai lima pasangan suami-istri. Yang akan memegang peranan penting dalam tahapan ini adalah kaum ibu.

Utusan datang ke rumah calon pengantin wanita sambil membawa peilengkapan untuk meminang seperti beras, tempat sirih lengkap dengan isinya, sejumah uang, jarum dan benang. Bawaan ini disebut penampong ni kuyu sebagai tanda ikatan tidak resmi supaya untuk sementara waktu pihak wanita tidak menerima pinangan dan pihak lain. Bawaan ini akan ditinggal di rumah calon pengantin wanita sampai ada keputusan diterima atau tidaknya pinangan itu. Pihak wanita tidak langsung menjawab, mereka diberi waktu 2-3 han untuk memikirkan apakah akan menerima pinangan itu. Dalam kurun waktu tersebut, pihak wanita akan mencari sebanyak mungkin informasi mengenai keadaan calon pengantin pria.
Setelah waktu tersebut lewat, pihak pria akan datang lagi ke rumah calon pengantin wanita untuk menanyakan hasilnya, yang disebut acara mural pikir. Bila diterima maka bawaan penampong ni kuyu tidak dikembalikan, tetapi bila ditolak akan dikembalikan lagi.

Bila pinangan diterima, selanjutnya telangke pihak pria akan membicarakan apa saja yang hams dipenuhi oleh pihaknya mengenai barang bawaan, yang disebut muno sah nemah. Untuk itu dilakukan tawar-menawar. Telangke yang dipilih harus pandai berdiplomasi agar bila ada permintaan dan pihak wanita yang memberatkan pihak pria dapat diatasi dengan baik tanpa membuat tersinggung atau kecewa. Sementara itu, mahar yang menentukan adalah calon pengantin wanita di mana biasanya mahar ni tidak lagi dapat ditawar.

Sesuk pantang

Yaitu segala ketentuan adat yang harus dipatuhi oleh kedua calon pengantin selama mereka belum menikah. Misalnya tidak boleh saling bertemu. Seandainya tidak sengaja bertemu, mereka tidak diperbolehkan saling menyapa. Selain itu, keduanya juga harus menghindari pertemuan dengan calon mertua. Bila tak sengaja bertemu, mereka harus menutupi wajahnya, pria dengan kopiah atau wanita dengan kain kerudung yang dipakainya. Bila aturan dalam sesukpantang ini dilanggar, bukan tidak mungkin rencana pernikahan mereka terancam gagal.

Turun cararn

Yaitu tradisi mengantar uang yang dilakukan menjelang naiknya matahari, antara pukul 09.00-12.00. Diharapkan, seperti halnya sinar matahari, nantinya kehidupan atau rezeki kedua mempelai yang akan dinikahkan akan ikut bersinar. Besarnya uang tergantung dan musyawarah keluarga yang telah disepakati sebelumnya. Selain uang, barang bawaan yang dibawa di acara itu, antara lain tempat sirih lengkap, beras ketan, jarum, kunyit dan telur ayam kampung.

Munos benten

Sama halnya masyarakat Jawa membuat tarub saat akan diadakan pemikahan, masyarakatAceh Gayo juga membuat benten. ni menjadi tugas dan pihak pnia, tetapi bila bapak si calon mempelai belum memiliki anak yang sudah kawin atau belum punya menantu, maka yang harus membuat benten adalah saudara iparnya.

Segenap

Yaitu musyawarah keluarga paling dekat. Mereka akan membicarakan pembagian tugas pada saat dilakukan pesta pernikahan. Siapa yang diserahi tanggung jwab untuk urusan menyiapkan aneka perlengkapan untuk pernikahan, siapa yang akan menyebarkan undangan untuk para tamu dan lain sebagainya.

Begenap

Yaitu musyawah untuk semua keluanga, baik yang dekat maupun keluargajauh. Acara ini dilakukan pada malam han. Kebanyakan dan mereka yang hadirtidakpulang lagi ke rumahnya karena malam itu suasananya sudah seperti suasana pesta dengan beragam kesibukan. Keg iatan pada malam itu terbagi menjadi dua kelompok, yaitu kelompok orang tua yang membicarakan rencana penyerahan calon mempelai kepada imem (imam) yang akan membenikan petunjuk tentang hidup berumah tangga. Kedua, kelompok muda-mudi. Di sini pana gadis akan membuat kue onde-onde yang akan dimakan bensama. Lalu utusan pihakorangtua akan datang membawatempat sinih lengkapdengan isinya yang kemudian meneka makan bersamas ama. Maknanya, onangtua meminta izin kepada kelompok muda agan mereka rela melepas temannya untuk memasuki hidup yang baru. Hal yang sama juga dilakukan di rumah calon mempelai pria.

Muniri

Calon pengantin wanita dimandikan oleh teman-teman sepermainannya. Selain membersihkan tubuh, rambut calon pengantin juga ikut dibersihkan, yang disebut bepangir(keramas).

Beguru

Dilaksanakan pada malam sesudah acara begenap, yaitu di pagi han sesudah salat Subuh. Beguru artinya belajar. Calon pengantin akan diberikan nasihat dan petuah tentang kehidupan rumah tangga. Kepada calon pengantin wanita, acara mi akan diiringi dengan bersebuku (meratap). Ada pun perlengkapan yang disediakan untuk acara mi, antara lain seperangkat pakaian yang ditata dalam sebuah baki serta peralatan untuk acara tepung tawar.

Jege uce (jaga kecil)

Waktu pelaksanaannya menjelang han pernikahan yang dihadiri oleh kerabat dekat saja. Mereka akan berjaga semalam suntuk sambil melakukan berbagai kesenian adat, seperti tari-tarian. Calon pengantin wanita kuku dan telapak tangannya diberi daun pacar.

Jege kul (jaga besar)

Dikatakan besar karena orang-orang yang hadir jumlahnya lebih banyak dan tidak terbatas pada keluarga dekat saja. Acaranya juga lebih meriah dan dilaksanakan sepanjang malam.

Bekune (kerikan)

Yang mengerik adalah juru rias dengan membersihkan bulub ulu halus di sekitar dahi, pipi dan tengkuk calon pengantmn agar terlihat lebih bersih. Bekas kerikan ditaruh dalam sebuah wadah berisi air bersih dengan irisan jeruk purut yang akan ditanam.

Munalo

Yaitu menyambut rombongan pengantin pna di tempat yang telah disepakati. Yang melaksanakan munalo adalah telangke dan pihak wanita. Rombongan pengantin wanita, disebut pihak beru, siap menunggu kedatangan rombongan pengantin pria, disebut pihak bel. Tabuhan canang (alat musik) semakin keras saat rombongan sudah kelihatan dekat. Begitu rombongan tiba, tabuhan canang berhenti dan telangke pihak beru akan menyampaikan ucapan selamat datang. Setelah selesai, calon pengantin diarak menuju rumah calon pengantin wanita.

Mah bei (mengarak mempelai)

Sebelum sampai di rumah calon pengantin wanita, rombongan pihak beisinggah dulu di sebuah rumah yang disebut umah selangan. Di tempat ni, rombongan beimenanti datangnya kiriman utusan dan pihak beni. Begitu utusan datang dan setelah diteliti untuk memastikan kalau barang bawaan yang dibawa pihak beitidak ada kekurangan, barulah mereka menuju rumah calon pengantin wanita. Tiga orang ibu akan menyambut rombongan dan mereka saling menukartempat siruh. Lalu dilakukan cara basuh kiding (cuci kaki) di depan pintu masuk. Acara basuh kaki ini dilakukan oleh adik perempuan calon pengantmn wanita. Acara dilanjutkan dengan upacara tepung tawar lalu calon pengantin dibimbing masuk ke dalam rumah.

Upacara akad nikah

Calon pengantin diserahkan oleh pihak beikepada pihak beru yang dilakukan oleh seorang wakil rombongan bei. Penyerahan ini dilakukan dengan bermelengkan (kata-kata kiasan). Sebelum akad nikah, khusus untuk calon pengantin pria, telah disiapkan penlengkapan berupa satu gelas air putih, wadah cuci tangan kosong, dan satu piring ketan kuning. Calon pengantin disuruh berkumur dan membuang air kumuran dalam wadah kosong sebelum akad dimulai.

Munenes (ngunduh mantu)

Acara mi disebut munikberuyaitu acara perpisahan pengantmn wanita dengan orangtua dan keluarganya. Acara ini dilakukan sekitar 2-7 han setelah pernikahan. Pengantin wanita diantar keluarganya ke rumah suaminya sambil membawa aneka perkakas dapur dan penlengkapan di kamartidur. Sesudarinya, di rumah pengantin pria diadakan acara makan bersama.