Upacara Adat Bucalan sebelum Pernikahan

41 views
Upacara Adat Bucalan sebelum Pernikahan

Selain upacara Pasang Tarub dan Tuwuhan, pemangku hajat juga menyiapkan piranti sesaji atau sajen. Sesaji atau sajen dalam hal ini merupakan simbol-simbol yang dipergunakan dalam tradisi persiapan hajat mantu dengan harapan agar senantiasa dikaruniai keselamatan dan dijauhkan dari marabahaya selama berlangsungnya rangkaian acara pernikahan.

Salah satu piranti sajen yang biasa dipergunakan dalam rangkaian persiapan pernikahan adalah bucalan atau buangan. Perlengkapan sajen bucalan biasanya diletakkan di tempat-tempat tertentu, antara lain di bawah tempat tuwuhan pada sisi kiri dan kanan, empat pojok rumah, tengah rumah, kamar pengantin, pelaminan, kamar mandi, sumur, pintu masuk, gerbang masuk halaman, perempatan atau pertigaan dekat kediaman empunya hajat, dan sebagainya.

Pada  awalnya, dalam tradisi masyarakat Jawa, bucalan dimaknai sebagai persembahan kepada roh para leluhur dan sebagai penolak bala diiringi harapan agar diberikan perlindungan dari segala marabahaya dan gangguan roh-roh jahat selama berlangsungnya persiapan dan rangkaian acara pernikahan. Kendati demikian, belakangan ini ritual bucalan dilakukan hanya sebagai pelestarian tradisi dan tata cara adat yang telah diwariskan oleh nenek moyang secara turun menurun.

Piranti bucalan :

  • Takir kecil berisi bulatan ketan lima warna (sebagai simbol dari tumpeng lima warna)
  • Takir kecil berisi empon-empon seperti kunyit, lengkuas, dan seterusnya.
  • Takir kecil berisi beras merah, kacang-kacangan, dan uang logam.
  • Takir kecil berisi bunga telon, kemenyan, gantal atau buntalan daun sirih, serta sebatang rokok.
  • Takir kecil berisi telur ayam kampung.
  • Takir kecil berisi pala gumantung dan pala  kependem seperti irisan mentimun, bengkoang, ubi-ubian, jagung, dll.
  • Takir kecil berisi gecok mentah yakni berupa irisan daging mentah yang diberi bumbu cabai merah dan santan mentah.

Seluruh  piranti bucalan diletakkan dalam satu wadah keranjang anyaman dengan alas daun pisang. Selanjutnya, piranti  bucalan diletakkan di tempat-tempat tertentu sesuai kebutuhan.