tips mempersiapkan acara lamaran

231 views

Tips Mempersiapkan Acara Lamaran

tips mempersiapkan acara lamaran - Saat Anda dan kekasih tercinta sudah benar-benar sepakat untuk menikah, termasuk mulai membayangkan sejumlah rencana pelaksanaannya ke depan, maka sekaranglah saatnya untuk melangkah  ke tahap lamaran.
Dalam artikel ini saya akan mencoba meberikan tips dalam mempersiapkan acara lamaran. Umumnya,tahap lamaran dilaksanakan oleh pihak pria.Ya,sewajarnya seorang pria mesti menyampaikan niat dan kesungguhannya untuk menikah kepada kedua orangtua wanita yang akan dinikahinya.Tujuannya tentu saja ingin meminta restu dan persetujuan dari kedua orangtua wanita tersebut.
Karena itu, dalam tahap lamaran biasanya si pria harus bisa meyakinkan kedua orangtua dari pihak wanita.Yaitu,dengan menjelaskan sebaik mungkin apa alasan dia menikahi wanita tersebut, dan bagaimana upaya serta keseriusannya dalam membangun bahtera rumah tangga ke depan.
Nah, bagi Anda para pria, sebelum menggelar lamaran dalam format acara resmi, sebaiknya lebih dulu membicarakannya secara
informal dengan kedua orangtua kekasih Anda. Untuk itu, mintalah kekasih Anda menyampaikan kepada orangtuanya bahwa Anda akan datang membicarakan niat tulus Anda.Jangan lupa, cari dan konfirmasikan juga kapan waktu yang tepat untuk membicarakan hal tersebut kepada orangtua sang kekasih. Yang paling penting, milikilah kesiapan alasan dan penjelasan mengapa Anda berniat menikahi anak mereka. ltu sangat penting, karena dari hal tersebut orangtua kekasih Anda dapat menilai keseriusan dan tekad Anda untuk membina biduk pernikahan.Kedua orangtua inilah yang nantinya diharapkan akan memberikan persetujuan.
Selain itu, Anda juga harus bersiap ketika orangtua si wanita bertanya lebih jauh tentang rencana Anda ke depan dalam membangun kualitas pernikahan yang akan dijalani. Bisa ladi itu menyangkut tingkat kesejahteraan dan ekonomi rumah tangga Anda ke depan, pendidikan anak-anak atau soal tempat tinggal setelah Anda dan kekasih resmi menikah. Sebaiknya Anda langan cepat merasa risih ketika orangtua si wanita bertanya terlalu banyak. Bagaimanapun, mereka ingin tahu selauh apa kemauan dan kemampuan Anda dalam membahagiakan anak wanita mereka nantinya. Kalau Anda menangkap sinyal keragu-raguan dari mereka, tidak ada salahnya bila Anda meminta saran mereka. Paling tidak,itu akan membuktikan kalau Anda ingin selalu belajar dan berupaya lebih keras demi membangun suatu pernikahan yang bahagia.
Dengan mengutarakan niat Anda sebaik mungkin, semoga orangtua dari pihak wanita akan merestui Anda menikahi anak gadis
mereka. Percayalah, niat baik biasanya akan menghasilkan hal yang baik pula. Jadi, bila Anda berhasil menjelaskan niat baik Anda kepada orangtua si wanita, niscaya restu yang seutuhnya dari mereka akan Anda terima.Apalagi, kalau selama masa pacaran Anda dan sang kekasih selalu menunjukkan kesan positif dan keseriusan dalam berhubungan.
Lebih dari itu, sebetulnya tahap menyampaikan niat lamaran ini merupakan hal yang gampang-gampang susah. ltu tergantung pada sejauh apa pendekatan Anda kepada orangtua si wanita.Ya, sepandai apa Anda mengambil hati mereka selama berpacaran dengan anak gadisnya. Boleh dibilang, kalau sebelumnya Anda termasuk dekat dan akrab dengan orangtua kekasih Anda, maka kemungkinan besar Anda tidak akan sulit mendapatkan restu dan persetujuan mereka. Begitu pun sebaliknya.Jadi,kalau saja selama ini Anda terbilang kurang akrab dengan orangtua si wanita, ada baiknya Anda lebih dulu melakukan pendekatan. Caranya tentu saja banyak, mulai dari bersikap lebih ramah, lebih sering mengajak mereka berbincang-bincang, atau kalau memungkinkan Anda melakukan selumlah hal yang sangat mereka sukai, termasuk membelikan makanan dan minuman kesukaan mereka. lntinya, raihlah dulu hati dan simpati mereka, agar langkah Anda meminta persetujuan mereka nantinya bisa berlajan lebih mulus dan berbuah manis.
Kemudian, ketika Anda sudah mengantongi izin dan persetujuan dari kedua orangtua si pujaan hati, alias lamaran Anda diterima, maka selanjutnya tinggal menggelar acara resmi lamaran. Untuk itu, Anda perlu membahasnya secara matang dengan kedua orangtua Anda dan selumlah anggota keluarga lainnya. Beberapa hal penting yang mesti ditentukan adalah kapan hari yang tepat untuk menyelenggarakan acara lamaran,orang-orang yang akan mendampingi Anda selain kedua orangtua, atau bahkan soal konsep acara lamarannya.Tidak lupa, bila sejumlah hal itu sudah dibicarakan, sebaiknya dikonfirmasi lebih dulu ke pihak wanita.Tuiuannya, agar mereka bisa mempersiapkan apa saia hal yang terkait dengan mereka. Salah satunya, soal waktu dan tempat penyelenggaraan lamaran.

A. Memilih Hari Pelaksanaan Lamaran

Biasanya, pemilihan hari pelaksanaan lamaran di sejumlah daerah di Tanah Air memang ditentukan menurut berbagai aturan khusus.
Dalam bahasa kesehariannya, kita sering menyebut penentuan hari tersebut dengan istilah "mencari hari baik". Pertimbangan penentuan "hari baik" itu biasanya bergantung pada nilai-nilai lokal atau budaya dan adat istiadat daerah setempat. Karena itu, cara menentukan 'hari baik' penyelenggaraan lamaran di beberapa .daerah di Sumatra bisa jadi berbeda dengan di Jawa, Kalimantan, ataupun daerah di kawasan lndonesia timur. Walau berbeda, bisa dipastikan seluruh pertimbangan menurut adat istiadat dan budaya tersebut semata-mata didasarkan pada hal-hal yang baik dan positif. Ya, namanya juga mencari "hari baik", tentu harus didasarkan pada sejumlah pertimbangan yang baik pula.
Namun, bila dikaji secara rasional, sebetulnya tidak sulit bagi kita dalam mencari dan menentukan "hari baik" tersebut. Toh, sebetulnya seluruh hari itu adalah baik.Tinggal bagaimana kita bisa menyesuaikannya dengan kondisi dan sejumlah kebutuhan. lntinya, kita tinggal mencari "hari baik" yang oleh kedua belah pihak dianggap relatif fleksibel. Artinya, semua pihak yang berkepentingan dengan acara lamaran tersebut bisa hadir, tanpa harus mengganggu agenda pekerjaan ataupun kesibukan mereka.
Nah, sekarang berarti terpulang kepada Anda dan keluarga kedua belah pihak. Bila keluarga Anda dan calon pasangan relatif masih  memegang kuat adat istiadat tertentu, mungkin berbagai pertimbangan dalam adat tersebut bisa digunakan untuk menentukan 'hari baik' penyelenggaraan lamaran. Begitu pun bila keluarga Anda dan calon pasangan lebih memilih pandangan rasional tadi, maka segeralah menentukan kapan hari dan tanggal penyelenggaraan acara lamaran. Semakin cepat Anda menyelenggarakan acara lamaran, maka semakin baik pengaruhnya bagi pelaksanaan selumlah rencana berikutnya. Artinya, ketika acara lamaran diselenggarakan sesegera mungkin, maka Anda akan punya relatif banyak waktu untuk menyiapkan segala sesuatu yang dibutuhkan dalam menyongsong hari H pernikahan.
Yang juga perlu dipersiapkan dalam penyelenggaraan acara lamaran adalah, siapa kira-kira orang yang ditunjuk sebagai juru bicara dalam prosesi lamaran. Biasanya memang tidak harus terpaku pada kedua orangtua.Tapi bisa juga menunjuk sosok lain yang masih terhitung sebagai kerabat pihak pria, entah itu paman atau pakde. Menyiapkan hal yang satu ini sebetulnya sangatlah penting. Sebab, kita harus memiliki juru bicara yang pandai berkata-kata dalam menyampaikan niat dan maksud yang diusung, serta lihai dalam benegosiasi dengan pihak calon mempelai wanita. Pemilihan juru bicara yang tepat tentunya cukup memengaruhi kelancaran acara prosesi lamaran dari awal hingga akhir.

B. Menentukan Jumlah Orang yang Datang

Tips mempersiapkan acara lamaran yang berikutnya adalah menentukan jumlah undangan. Bersama orangtua, sebaiknya sejak awal kita sudah menghitung siapa saja kira-kira kerabat dekat yang dilibatkan dalam prosesi lamaran nantinya. Para kerabat dekat yang dimaksud adalah orang-orang dari pihak bapak dan ibu kita. Kehadiran mereka penting karena selain melengkapi, juga akan menunjukkan kesan bahwa ikatan keluarga besar Anda relatif terjalin dengan baik.
Penentuan jumlah orang yang ikut dalam prosesi lamaran, juga sangat berkaitan dengan beberapa hal teknis, seperti penyediaan fasilitas transportasi dan fasilitas lainnya.Termasuk soal penyediaan kecukupan tempat di rumah pihak wanita yang menjadi tempat lamaran. Terkait itu, sebaiknya Anda mengkonfirmasi kepada pihak wanita kira-kira berapa orang yang pasti ikut mewakili pihak keluarga Anda supaya pihak keluarga wanita bisa menyiapkan segala yang dibutuhkan.

C. Memilih Konsep Hantaran

Umumnya, pada prosesi lamaran pihak keluarga pria membawa sesuatu yang biasa kita sebut hantaran atau seserahan. Hantaran tersebut merupakan rangkaian selumlah barang atau pernak-pernik seputar kebutuhan calon pengantin wanita. Bisa berupa sepatu, alat-alat make up, atau seperangkat pakaian. Selain itu, ada juga buah-buahan, berbagai jenis kue, uang, dedaunan wangi (daun suruh ayu), kain kebaya, perlengkapan mandi, dan lain sebagainya. Beberapa di antara barang hantaran tersebut ada yang memiliki arti dan makna tersendiri. Artinya, penyertaannya dalam acara lamaran merupakan simbol atas permohonan atau doa pada Yang Mahakuasa. Seperti dedaunan wangi, sebagai simbol mendoakan agar keselamatan selalu melingkupi pasangan pengantin nantinya. Ada juga buah-buahan, yang bermakna memohon kesehatan kedua calon mempelai.Atau kain kebaya, yang berarti memohon kebahagiaan calon pengantin kepada Yang Mahakuasa.
Sejatinya, hantaran merupakan lambang atau tanda konkret dari keseriusan pihak pria dalam mengajukan permohonan lamaran. Hantaran juga dinilai sebagai tanda yang menunjukkan kemampuan pria dalam membahagiakan mempelai wanita. Lebih dari itu, hantaran juga dianggap sebagai "tanda pengikat" awal antara si calon mempelai pria dan wanita. Semakin banyak jenis dan jumlah hantaran yang disampaikan, tentu semakin kuat kesan positif yang ditangkap oleh pihak keluarga wanita.
Bahkan, di beberapa daerah masih ada anggapan bahwa status sosial keluarga pihak pria terlihat dari banyaknya jumlah serta jenis hantaran yang disampaikan. Singkatnya, semakin bagus dan semakin banyak jumlah hantaran yang diberikan, maka semakin tinggi pula anggapan pihak keluarga wanita terhadap pihak keluarga pria. Meski begitu, tidak sedikit luga lapisan masyarakat di Tanah Air yang kini sudah meninggalkan anggapan demikian.
Dulu, barang-barang yang dikemas dalam hantaran ditentukan berdasarkan inisiatif atau keinginan pihak keluarga pria sendiri. Tapi
kini, kebanyakan penentuan isi hantaran justru atas permintaan si calon mempelai wanita sendiri. Ya, dia boleh mengatakan jenis-jenis barang apa saja yang ia inginkan atau disukai, agar dipenuhi pihak keluarga pria. Meski begitu, jenis barang yang dimintakan si calon mempelai wanita tersebut masih harus seputar kebutuhan wanita umumnya.
Sebagai bentuk persembahan tulus, biasanya hantaran dikemas dengan sangat rapi, bagus, dan menarik. Kebanyakan hantaran dikemas di atas sebuah nampan khusus yang iuga terlihat menarik. Bahkan,terkadang ada yang unik. Selain itu, ada.juga yang menggunakan wadah lain yang memang sudah didesain khusus. Bisa jadi bahannya dari kertas karton, kayu, bambu, atau fiber.
Nah, bagaimana kira-kira caranya menentukan konsep hantaran agar lebih menarik ketika dipersembahkan kepada pihak keluarga wanita? Berikut sejumlah tips yang dapatAnda lakukan:
  1. Bila memungkinkan, carilah ide untuk membuat hantaran seunik mungkin. Tapi, jangan sampai mengurangi makna dan tujuan penyampaiannya.
  2. Bila Anda cukup kesulitan menemukan konsep hantaran, bentuk bentuk hewan tertentu sebetulnya bisa menjadi inspirasi yang sangat kreatif. Kelinci misalnya, bentuk tubuhnya bisa kita tirukan untuk membuat hantaran. Selain itu, ada juga kupu-kupu, ikan, kurakura, atau bahkan berbagai jenis bunga yang memiliki motif indah.
  3. Seandainya Anda masih ingin mencari inspirasi atau referensi mengenai berbagai bentuk hantaran, tidak ada salahnya bila Anda berjalan-lalan ke sejumlah toko atau gerai kerajinan. Siapa tahu, Anda mendapatkan ide kreatif dan cantik dari sana. Selain itu,Anda juga dapat mengunjungi berbagai toko bunga kenamaan.
  4. Sedapat mungkin, jangan mengemas bermacam barang seserahan ke dalam boks atau alas nampan fang terkesan biasa. Sebaiknya, kemas saja barang-barang tersebut dalam sebuah keranjang cantik yang sudah dihiasi bunga atau kain pembungkus bermotif indah dan berwarna cerah.
  5. Kreasikan hantaran dengan warna-warna kain yang cerah,potongan renda yang sederhana tapi memiliki kesan kuat, atau menggunakan pita sebagai pelengkap keindahan.
  6. Jika seserahan ingin dikemas di atas nampan berbahan kayu atau bambu, sebaiknya percantik dengan tutup plastik yang tembus pandang. Plastik yang digunakan pun akan lebih berkesan menarik  jika menggunakan motif bunga atau ukir-ukiran tertentu. dengan begitu,tampilan hantaran akan makin terlihat indah dan cantik.
  7. Barang-barang seserahan seperti sepatu, peralatan make up, baju, atau perlengkapan mandi, sebaiknya disusun sedemikian rupa hingga terkesan sangat istimewa. Terutama pakaian, lipat dan  susunlah dengan menonjolkan bagian terbaik dan tercantiknya. Untuk sepatu, sebaiknya kita menyusunnya dengan lebih telaten, agar letaknya tidak bergeser. Dengan begitu, kesannya sebagai salah satu barang yang disukai wanita tetap menoniol.
  8. Untuk hantaran yang berisi buah-buahan, sebaiknya Anda memastikan lebih dulu kalau buah-buahan yang digunakan tersebut masih segar, atau tidak busuk. Untuk mengemasnya, Anda boleh meminta kepada toko atau gerai buah yang juga menyediakan iasa pengemasan.Tapi, bilaAnda atau pihak keluarga ingin mengemasnya sendiri, juga tidak masalah.Yang perlu diperhatikan hanya kerapian dan tata letaknya. Susunlah lebih dulu buah yang berukuran besar pada boks atau nampan hantaran. Setelah itu, baru diikuti buah-buahan yang berukuran lebih kecil. Dengan begitu, seluruh buah-buahan tadi akan tetap utuh dan tidak rusak hingga Anda menyampaikannya dalam prosesi lamaran.
Sekedar catatan, di sejumlah daerah penyampaian hantaran atau seserahan tidak harus dilakukan pada saat acara lamaran, melainkan saat melangsungkan prosesi upacara adat pernikahan nanti. Sebetulnya ini hanya soal kebutuhan dan kesepakatan keluarga masing-masing calon pasangan. Di luar itu, biasanya penyebutan istilah hantaran atau seserahan di satu daerah dengan daerah lain berbeda. Hal itu tergantung pada budaya atau adat yang diusung masing-masing daerah. Walaupun demikian, hampir dapat dipastikan bahwa maksud dan tujuan penyampaiannya relatif sama antara daerah satu dan daerah lainnya.

D. Menyusun Materi Acara Lamaran

Menyusun urutan acara pelaksanaan lamaran tentu sangat penting. Sebab, berkaitan erat dengan kelancaran seluruh rangkaian acara
lamaran dari awal hingga akhir. Kita tentu bisa membayangkan bila urutan materi acara lamaran tidak disusun secara matang dan sistematis. Bisa jadi, acaran lamaran yang digelar justru akan kurang bermakna. Sebab, kita justru tidak akan sepenuhnya fokus pada pembicaraan dengan pihak wanita.
Nah, secara umum berikut tahapan tahapan acara lamaran yang biasa digunakan di masyarakat kita.
  1. Mengawali rangkaian acara lamaran dengan kedatangn pihak keluarga pria di rumah pihak keluarga wanita.
  2. Pihak keluarga wanita tentu akan memberikan sambutan terhangatnya kepada pihak keluarga pria. Demi menambah kehangatan dan keakraban di antara ke dua belah pihak keluarga tersebut,tidak ada salahnya bila pihak keluarga pria memulai obrolan dengan berbagai topik ringan. Hal itu biasanya dilakukan pada awal kedatangan pihak keluarga pria.
  3. Selanjutnya, acara resmi lamaran pun dapat dimulai. Untuk itu, MC yang telah ditunluk oleh kedua belah pihak mulai menjalankan tugasnya. Setelah membuka acara, sebaiknya MC lebih dulu membacakan rangkaian agenda yang akan dilalui pada prosesi lamaran.
  4. MC memberi kesempatan pertama kepada keluarga pihak pria untuk menyampaikan maksud dan tujuan kedatangan mereka. Seperti biasa, tugas tersebut diserahkan kepada sosok yang telah ditunjuk sebelumnya untuk mewakili pihak pria.
  5. Kemudian, pihak keluarga wanita menyampaikan kata sambutannya sebagai tanda penerimaan atas kedatangan pihak pria, termasuk, menerima baik maksud lamarannya. Biasanya, pihak keluarga wanita sudah menunjuk seseorang dari pihak mereka untuk menyampaikan hal tersebut.
  6. Nah, inilah saatnya menyampaikan hantaran yang sudah disiapkan. Penyampaian tersebut dilakukan secara simbolis oleh ibu sang pria kepada ibu si wanita. Dalam penyampaiannya, tidak ada salahnya bila si ibu pria menyelipkan kata-kata, yang intinya menjelaskan bahwa hantaran yang diberikan merupakan simbol cinta dan kasih sayang anaknya kepada calon mempelai wanita.
  7. Setelah itu, dilanjutkan dengan acara perkenalan antara keluarga kedua belah pihak. Agar lebih efektif dan bila memungkinkan, sebaiknya acara perkenalan langsung dipandu juru bicara masing  masing pihak. Jadi, juru bicara tersebutlah yang memperkenalkan satu per satu orang dari pihaknya, termasuk menjelaskan hubungan kekerabatannya masing-masing dengan calon mempelai. Biasanya, acara perkenalan tersebut dimulai dari pihak keluarga pria dan dilanjutkan pihak keluarga wanita.
  8. Sampailah kita di pengujung acara. MC kemudian menutup acara prosesi lamaran dan meneruskannya dengan doa bersama. Berdoalah agar acara lamaran tersebut menjadi awal yang baik bagi pelaksanaan seluruh rencana rangkaian acara pernikahan ke depan.Tidak lupa juga memohon padaYang Mahakuasa, agar Dia senantiasa memudahkan jalan Anda dan pasangan serta segenap anggota keluarga dalam menyongsong hari pernikahan.
  9. Setelah acara lamaran selesai, kebanyakan orang melanjutkannya dengan acara makan dan minum bersama. Melalui acara santai tersebut, biasanya akan semakin tercipta suasana ramah-tamah dan keakraban di antara kedua belah pihak keluarga.
Sekedar tambahan, setelah acara makan dan minum bersama tersebut selesai, biasanya akan dilanjutkan ke agenda pembicaraan rencana-rencana berikutnya. Termasuk menyepakati kapan hari dan waktu pelaksanaan akad dan resepsi pernikahan. Atau membicarakan hal-hal lain yang sekiranya dibutuhkan dalam menyongsong hari bahagia calon kedua mempelai.