Tak Mampu Penuhi Permintaan ‘Seserahan’, Pria Ini Pilih Bunuh Diri

2133 views

Seorang pria asal Provinsi Anhui, China Timur bunuh diri dua minggu  jelang pelaksanaan pernikahannya. Tindakan nekat ini dilakukan diguna karena tekanan dari keluarga pengantin wanita untuk memenuhi hadiah pertunangan yang diminta.

Seperti yang diberitakan oleh CCTV News, memberikan hadiah pernikahan atau yang kita kenal dengan seserahan sudah menjadi tradisi di China. Dalam tradisi ini berarti wanita mengucapkan selamat tinggal pada keluarganya dan akan 'melayani' keluarga suami.

Meski di zaman yang sudah modern ini, kota-kota di China dan beberapa daerah pedesaan masih menjalankan tradisi ini.

Xiaolei bertunangan dengan kekasihnya Lanlan pada Desember lalu. Keluarga calon pengantin wanita meminta uang seserahan senilai 10.000 yuan atau setara dengan Rp 21 juta lebih dan beberapa hadiah lainnya. Total mahar yang harus disediakan adalah Rp 64 juta lebih.

bunuh diri karena seserahan 2

Sebulan kemudian, keluarga wanita meminta lagi 20.000 yuan dan hadiah berupa rokok, wine. Hal ini membuat Xiaolei tak habis pikir dan juga tidak sanggup untuk memenuhi permintaan itu.

Permintaan inilah yang kemudian memicu tindakan nekatnya melompat dari sebuah proyek pembangunan tempat ia bekerja.

Keluarga Xiaolei kemudian menyalahkan keluarga calon pengantin atas kematian putra mereka. Mereka mengatakan Xiaolei mengeluh karena banyaknya permintaan dari sang calon mertua. Permintaan hadiah yang terkesan menjadi sebuah pemerasan.

Keluarga Xiaolei kemudian menuntut keluarga Lanlan ke pengadilan. Mereka menuntut agar keluarga Lanlan mengembalikan uang dan hadiah mahal yang diberikan total 30.000 yuan tersebut. termasuk sebuah iPhone.

Namun pengadilan hanya mengabulkan untuk mengembalikan uang dan tidak mengabulkan permintaan pengembalian barang-barang lainnya.

Tragedi ini menjadi topik yang banyak diperbincangan di jejaring sosial China Weibo. Banyak yang mengkritik tradisi ini ibarat memeras dengan meminta hadiah pertunangan dengan nilai yang tinggi.