Rezeki yang Halal, Bikin Kamu Makin Dicintai Istri

1840 views

rezeki yang halal 1

Banyak rezeki yang sudah kita terima dari sang Pencipta, kesehatan, kehidupan yang berkecukupan, anak-anak yang pintar. Pokoknya banyak banget rezeki yang udah kita dapat. Nah, kali ini kita akan sedikit berbicara mengenai rezeki yaitu: usaha suami menafkahi istri. Lagi-lagi duit. hehe

Uang menjadi segala-galanya dalam kehidupan, sehingga rezeki yang halal kadang menjadi nomer sekian, asal duit sudah di tangan. Nah, seperti ini yang harus diwaspadai. Jika suatu hari suami kamu membawa uang lebih besar nominalnya ketimbang hari biasanya, eits kamu pasti seneng dong. Kita juga sebagai istri pasti akan bertindak sama denganmu. Uangnya akan dipakai ini dan itu.

Sebenarnya ada yang kita lupa, saat suami membawa uang lebih besar dari biasanya. Langkah pertama yang dilakukan istri adalah tanyakan dulu kepada suami dengan baik-baik: ”Pa, mendapat rezeki (baca: uang) dari hasil pekerjaan apa?”

Di situlah nalurimu harus segera berjalan, suami yang bekerja sebagai A dengan gaji per bulannya segini, kok sekarang gajinya menjadi segitu, padahal suami kamu masih bekerja di tempat yang sama. Tidak apa-apa kok kamu bertanya untuk memperjelas semuanya. Sehingga, apapun yang masuk ke dalam perut kamu dan sekeluarga, akan jelas kehalalan dan ketidak halalannya.

Keajaiban Rezeki yang Halal

rezeki yang halal 2

Memakan rezeki yang halal bagaikan menanam padi, yang suatu saat kita bisa merasakan hasil dari menanam padi tersebut. Ada alur panjang yang sempat terpikir oleh kita, bagaimana rezeki yang halal mampu membuat hubungan pernikahan menjadi sakinah, istri semakin cinta, anak-anak yang berbakti, dan kebaikan-kebaikan lainnya.

Kita sempat terpikir bahwa saat suami mencari rezeki yang halal, suami dengan penuh peluh meminta kasih sayang kepada sang maha pemberi rezeki, suami berdoa dalam-dalam saat memulai pekerjaan agar dijauhkan dari keburukan maupun godaan.

Ketika suami berangkat bekerja ada do’a dari istri yang mengiringi, do’a anak-anaknya, akhirnya Allah mudahkan suami mendapatkan rezeki yang halal dan cukup yang bisa berdampak kelanggengan kehidupan rumah tangga, yang tidak bisa dibeli dengan nominal berapapun besarnya, asal keluarga tetap utuh, aman dan sehat.

Jika kita bandingkan ada seorang suami mencari rezeki yang tidak halal, entah dari mencuri, atau riba. Kita coba sejenak membayangkan, misal seorang suami mencuri, itu menandakan suami sudah mengambil hak orang lain, kemudian orang tersebut mendoakan keburukan, dan kita ingat bahwa doa orang yang terdzalimi akan sangat cepat terijabah.

Ada banyak kemungkinan yang terjadi, mungkin kehidupan keluarganya akan baik-baik saja, entah apa yang terjadi 5-10 tahun kemudian pada rumah tangga, anak-anak dan istrinya jika sang suami tidak segera menyadari tindakannya.

Semoga suami kita tidak bertindak demikian dan sebagai istripun harus selalu mengingatkan, untuk urusan duniawi manusia secara fitrah mudah silau, ditambah lagi mencari uang tidak mudah. Misal: suami mendapatkan pekerjaan dengan nominal perbulan 100juta, 10 kali lipat dari sebelumnya, suami mana yang tergiur dengan uang segitu? Mudah sekali. Misal  sebagai agen narkoba, dll.

Tugas utama adalah mencari nafkah, mungkin akan berdalih, itu juga merupakan usaha dalam memenuhi nafkah, daripada istri dan anak kekurangan.

rezeki yang halal 3

Misalnya anak yang sedang sakit, istri yang mau melahirkan. Terkadang hal-hal yang mendesak membuat seseorang mau melakukan apapun untuk orang-orang yang disayanginya.

Melihat keberkahan dari harta tak usah dipikirkan, yang terpenting adalah bagaimana anak sehat.

Jika dalam hal mendesak, suami bertindak di luar koridor aturan, seharusnya suami bisa berpikir sejenak tentang ketakutannya di kehidupan masa mendatang. Jika harta yang tidak halal bertebaran dimana-mana, maka harta yang halal pun pasti ada.

Mari bersama-sama kita ingatkan kepada suami bahwa: tetaplah memberikan nafkah yang terbaik. Bukan sekedar banyaknya nominal, tetapi bagaimana proses mendapatkan nafkah tersebut. Itu salah satu bukti bahwa kamu benar-benar mencintai istrimu. Istripun tak segan-segan memberikan cintanya hanya kepadamu saja. 😉