Kisah Cinta Ding dan Lai yang Mengharukan

706 views
Kisah Cinta Ding dan Lai yang Mengharukan
Asiaone.com
Ding menggagas perjalanan bersama mengelilingi Tiongkok, dengan rute jalan berbentuk hati.
foto TERKAIT
TIONGKOK - Ada begitu banyak cara untuk mengekspresikan rasa cinta, namun sedikit yang mampu melakukannya sama seperti Ding Yizhou.

Setelah menjalin asmara dengan Lai Ming yang divonis dokter tak mampu berjalan, Ding menggagas perjalanan bersama mengelilingi Tiongkok, dengan rute jalan berbentuk hati.

Yang lebih menyentuh ia pergi bersama dengan kekasihnya, dengan memodifikasi kursi rodanya.

Ding (27), memulai perjalanan-nya dari kampung halamannya di Liuzhou, di wilayah otonomi Guangxi Zhuang, pada 3 Januari 2015.

Dia memperkirakan perjalanannya akan memakan waktu hingga tiga tahun.

Perjalanan itu dilakukan setelah Lai Ming yang didiagnosis tidak dapat berjalan karena mengidap spinocerebellar ataxia ketika berusia 21 tahun.

Penyakit itu dikategorikan sebagai penyakit turunan.

 

Ding dan Lai awalnya hanya merupakan teman sekelas, namun tahun lalu hubungan mereka semakin dekat setelah kondisi Lai memburuk. Saat itu melalui pesan instan, Lai mengatakan, "Bagaimana jadinya teman-teman saya jika saya meninggal dunia suatu hari nanti."

Karena kasihan, Ding datang untuk mengurusinya, lalu berangsur-angsur keduanya jatuh cinta.

Untuk membantu Lai pulih, Ding menghabiskan semua tabungannya. Dia bahkan membeli tiket lotre dengan harapan memenangkan uang untuk menutupi biaya pengobatannya. Meskipun besar usahanya, kondisi Lia tidak juga membaik.

Disuatu waktu Lai berbicara kepada Ding, bahwa ia lebih suka pergi keluar dan mengunjungi seluruh Tiongkok, bukan hanya diam di tempat dan menunggu ajal menjemputnya. Itu yang kemudian menjadi inspirasi Ding untuk bertualang bersama kekasihnya.

Dia mulai mempersiapkan perjalanan di bulan November dan menghabiskan waktu sekitar 16 hari untuk memodifikasi kursi roda pacarnya agar lebih nyaman diajak berkendara jarak jauh.

Dia memasang rak di kursi roda untuk kebutuhan seperti makanan, air dan payung.

Ding juga mengajak seekor anjing gembala Old English untuk menarik kursi roda Lai, sementara ia mengendarai sepeda gunung. Saat mereka berangkat, Ding hanya mengantongi 200 Yuan, yang menurutnya akan mencukupi kebutuhan mereka selama beberapa minggu.

 

Saya tidak punya cukup uang, tapi uang bukan masalah," kata Ding.

Ia mengaku sering mendapat pertolongan dari warga masyarakat yang ditemuinya di sepanjang jalan. Ia juga menghasilkan uang dengan membantu bertani. Ketika berada di Desa Wuxuan di kota Laibin, Ding mendapatkan lebih dari 30 Yuan dengan bekerja memeti tebu.

Namun bukan berarti mereka tidak mengalami masalah, kursi roda yang ditumpangi Lai, rusak sebanyak tiga kali dalam lima hari perjalanan. Ding kemudian memutuskan untuk menguatkannya dengan melasnya ketika mereka tiba di Wuxuan.