Cinta yang Gagal Bisa Berakibat Fatal. Oh Ya?

1423 views

Remaja-remaja yang masih belum mengenal kata cinta mencoba-coba untuk mendekatinya. Mereka tidak tahu apa? Bahwa orang dewasa yang katanya paham tentang cinta masih saja mengalami cinta yang gagal dan kandas.

Entah kenapa si cinta yang tak pernah bersalah, kadang membuat dua insan porak-poranda. Tak berbilang oleh waktu. Satu detik saja ternodai, cinta tak akan menemani dua pasang kekasih tersebut. Sepertinya cinta tahu bahwa ia hanya menemani hati-hati yang suci, sehingga salah satu saja dari dua insan menodai, ia tak akan sanggup menjadi sahabat sejati bagi para insan yang mengaku memiliki cinta.

Cinta memutuskan pergi, mencari tempat berlabuh pada sosok yang tepat untuk bersanding dengannya, membuka kehidupan baru menemani para insan yang benar-benar ingin menjaganya (baca: cinta). Mungkin seperti itulah cinta. Sebagaimana manusia yang ingin dijaga, jika berada pada tempat yang tepat, cinta kan bersemi. Jika pada tempat yang salah, cinta kan gagal.

Banyak insan di muka bumi tak rela cinta itu pergi, tak rela mengalami cinta yang gagal. Banyak yang merespon negatif saat mengalami cinta yang gagal dan masih ada yang merespon positif, meski hanya sedikit.

Cinta Yang Gagal Bisa Berakibat Fatal. Oh ya?

Apakah Anda Pernah Mengalami Cinta yang Gagal?

Seperti apakah respon Anda saat cinta yang gagal menghampiri hidup Anda? Jangan-jangan seperti ini:

1. Bunuh diri

Apakah Anda salah satunya yang ingin bunuh diri? Oh my Rabb, sudah berapa banyak bekal yang Anda persiapkan untuk bertemu dengan sang Pencipta Anda? Anda itu diciptakan-Nya dengan sempurna, hanya karena cinta yang gagal Anda memutuskan untuk pergi dari kehidupan manusia.

2. Menjadi lemah

Merasa diri yang paling menderita sedunia, merasa tidak ada lagi kehidupan di bumi. Memang, orang-orang yang patah hati banyak sekali yang berlebih-lebihan memandang dirinya. Padahal hidup dia seharusnya tidak digunakan untuk meratapi nasib saja.

3. Menangis tiada henti

Lebay banget. Hihihi. Memang menangis tidak akan membuat keadaan kembali seperti semula, setidaknya menangis membuat diri lega. Bagi sebagian wanita, memilih untuk menangis, mengunci kamar, tidak makan, tidak minum. Ya Ampuun, sampai segitunya ya kalo cinta yang gagal berlabuh kepadanya. Jika para lelaki, mungkin akan meluapkan emosinya kenapa cinta tak bisa dipertahankan? Atau lebih memilih melepaskan agar sang kekasih bahagia bersama kekasih barunya. Lelaki yang begini ini juga lebay banget.

Dari ketiga respon di atas, semuanya menanggapi secara berlebihan. Mereka terlalu mencintai kepada manusia. Entah belum ngeh atau bagaimana. Manusia itu memiliki kekurangan. Tak selamanya harus menemani, tak harus selalu berdua. Kemungkinan untuk hidup bersama dengan orang yang kita cinta, itu sangat kecil. Apalagi, jika hubungan hanya main-main Maka yang mungkin dilakukan oleh para pujangga cinta adalah mendekat kepada Sang Pemilik hati.

Ada banyak hal positif yang bisa dilakukan, tetapi hanya sebagian kecil manusia yang mencoba bangkit. Padahal di saat keterpurukan datang (baca: cinta yang gagal), pasti ada kebangkitan yang menyertai.

Banyak sekali kita temui, orang-orang yang gagal dalam percintaan menjadi pribadi yang lebih baik, lebih shalih, lebih bersemangat. Karena ada keyakinan dalam diri bahwa cinta yang gagal bukan menjadi kegagalan hidup seutuhnya. Masih banyak hal yang perlu dikerjakan, yang lebih berharga, lebih bermakna, ketimbang meratapi cinta yang tidak baik untuk dirinya.

Mengapa seseorang harus mengalami kegagalan dalam bercinta? Kita berpikir positif saja, bahwa yang sedang dialami tersebut adalah hadiah dari Rabb. Ia sedang menunjukkan kepada kita, bahwa cinta tersebut bukanlah yang terbaik, maka Ia akan menunjukkan kita kepada yang lebih baik. Yang bisa menerima segala kekurangan dengan kesungguhan hati.

Manfaatkan segala keterpurukan yang sedang terjadi dalam hidup Anda, tidak hanya mengenai cinta saja, apapun itu yang telah membuat Anda terjatuh dan bahkan Anda ingin melupakan memori-memori buruk tersebut. Jangan pernah Anda menyerah, karena Anda pada hakikatnya lebih kuat daripada kondisi yang sedang mengguncang Anda.

Yakinlah, bahwa keterpurukan akan membuat Anda bertenaga 10 kali lipat dari sebelumnya. Anda siap menyusun kekuatan tersebut? 😉