BUSANA PENGANTIN MUSLIMAH OLEH DIAN PELANGI

13642 views

BUSANA PENGANTIN MUSLIMAH DIAN PELANGI

BUSANA PENGANTIN MUSLIMAH OLEH DIAN PELANGI - Usianya masih sangat muda. Namun dialah yang membuat terobosan  dengan desain busana muslim yang jauh dan kesan konservatif.

Nama aslinya Dian Wahyu Utami (23), tapi orang lebih mengenalnya sebagai Dian Pelangi. Padahal, Dian Pelangi adalah nama label busana muslim yang didirikan orang tua Dian Djamaloedin Sindon dan Hernani Mansyur  pada 1991.

Berawal dan satu galeri busana muslim yang mereka dirikan di Palembang, bisnis ini kian meroket sejak Dian mulai ikut turun tangan. Pada usia 18, ketika baru lulus dan sekolah mode Ecole Supérieure des Arts et Techniques de la Mode (ESMOD), Dian dipercaya orang tuanya mengembangkan bisnis berlabel namanya, Dian Pelangi, di Jakarta. Berbeda dan gaya busana muslim yang cenderung konservatif, Dian membuat terobosan dengan baju muslim yang stylist dan  fashionable.

Kini nama Dian Pelangi semakin dikenal dan telah memiliki dua butik di Jakarta, 15 cabang di berbagai kota serta satu cabang di Malaysia. Mereka mengembangkan enam line: Galeri Dian Pelangi, Dian Pelangi, DP by Dian, Dian Pelangi Bridal, Dinda Kids serta D-Men.

BUSANA PENGANTIN MUSLIMAH OLEH DIAN PELANGI

Sedang sibuk apa sekarang?
Kami sedang mempersiapkan New York Fashion Week dan Los Angeles Fashion Week pada September dan Oktober mendatang. Kami mendapat undangan dan komunitas muslim terbesar di New York. Mereka mengundang desainer dan seluruh dunia, antara lain Dubai, AS, Kanada dan negara-negara Eropa. Dian Pelangi satu-satunya dan Asia. Kesempatan ini bagus sekali, jadi kami tidak mau asal-asalan. Sejak awal tahun kami sudah mempersiapkannya.

Tema apa yang akan ditampilkan nanti?
Banyak orang yang bertanya-tanya, tapi saya belum mau bilang. Saya sering berubah di tengah, ingin menambahkan ini itu. Yang pasti kami akan membawa kain Indonesia, entah tenun, batik atau jumputan. Orang Barat lebih suka tenun karena tebal, cocok dengan suhu di sana. Jadi kemungkinan besar kami bawa tenun. Ada batiknya juga, tapi tidak dominan.

Style busana muslim Dian Pelangi yang fashionable dan warna-warni sudah diterima masyarakat. Apa lagi tantangan sekarang?
Tantangan sekarang adalah mempertahankan. ini jauh lebih sulit dan menintis. Sewaktu dahulu kami memperkenalkan busana muslim yang benbeda dan tidak konservatif, semua orang suka dan langsung beli. Dian Pelangi booming. Tapi akibatnya, banyak produsen busana muslim yang mengcopy style kami, bahkan menjualnya dengan harga lebih murah. Untuk menghadapinya, kami rutin mengeluarkan koleksi terbaru. Saya sendiri menjadi ikon Dian Pelangi. Apa yang saya pakai, orang melihat lalu jadi ingin membeli. Karena itu, saya sering men-upload foto saya di social media seperti Instagram. Itu bentuk promosi kami. Orang-orang melihat busana kami secara online, tapi mereka membelinya dengan langsung datang ke butik kami. Cara ini sangat disukai oleh para pelanggan.

Selama ini Dian Pelangi dikenal sebagai produsen baju muslim. Lalu mengapa mendirikan line Dian Pelangi Bride?
Dian Pelangi Bride baru kami dirikan pada 2011. Tahun itu saya menikah dengan Tito Hans Prasetyo. Saya mendesain sendiri baju pengantin dan seragam. Ternyata banyak yang suka dan bertanya-tanya. Akhirnya kami membuat bridal muslimah yang menyewakan serta membuat busana pengantin made by order. Bedanya dengan bridal muslimah lainnya, Dian, Pelangi Bride membuat busana pengantin tradisional seperti baju adat Sunda atau Palembang.

Apa tantangan membuat busana pengantin musiimah?
Karena kami memfokuskan pada busana tradisional, tantangannya adalah bagaimana memodifikasi busana pengantin tradisional agar hijab-friendly tapi tidak merusak pakem busana adatnya. Sebagian busana adat modelnya agak terbuka jadi saya harus putar otak bagaimana memodifikasinya tapi tidak ‘maksa’. Saya lihat ada yang ‘maksa’ memakai kaus dalam. Saya tidak suka. Atau bila busana adatnya memang terlalu sulit dimodifikasi, saya akan tawarkan jenis busana adat lain yang lebih tertutup. Misalnya kalau
klien ingin mengenakan baju dodot yang terbuka, saya tawarkan jenis busana Jawa Tengah lainnya.

Bagaimana sambu tan terhadap line ini?
Sambutannya bagus. Sejauh ini tidak ada masalah. Lagipula kami sangat fleksibel. Busana klien bisa sewa atau made by order. Mau sewa atau membuat busana mempelai perempuan saja, boleh. Untuk pasangan, boleh. Untuk seragam keluarga, juga boleh. Mau sewa kainnya saja juga boleh.

Anda sendiri menikah di usia relatif muda 20 tahun. Apa pertimbangannya?
Sejak umur 18, saya sudah ‘diminta’. Waktu itu, saya berdiskusi dengan orang tua. Ternyata orang tua merestui, tapi mereka meminta agar kami menunggu sampai saya berusia 20. Ridha orang tua itu kan ridha Allah juga. Terus terang, saya tidak takut karier meredup karena menikah muda. Alhamdulillah, karier saya sekarang malah meningkat. Sekarang malah enak karena ke mana-mana ada yang menemani. Sebelum menikah, saya sudah komunikasikan dulu pada pasangan kalau saya masih ingin berbuat ini itu. Jadi tidak masalah. Mungkin justru kalau nggak menikah, saya tidak akan seperti ini.

Anda selalu tertantang untuk mengeluarkan desain baru, terutama setelah kompetisi dipasar semakin sengit. Dari mana saja sumber idenya?

Saya biasa mendapat ide-ide baru dan traveling. Lagipula, saya sangat curious. Jika melihat sesuatu yang unik, saya benar-benar menelusurinya. Misalnya saya pernah ke Timur Tengah. Di sana saya benar-benar melihat kampungnya, merasakan hidup di tengah padang pasir dan mencoba naik onta. Demikian pula saat melihat sepotong busana. saya melihat secara detail: apa bahannya dan bagaimana polanya. Jadi saya tak sekadar melihat selewat, tapi mengeksplorasi. Tempo hari saya ke Maladewa. Semua orang tahu betapa indah Maladewa. Tapi tidak banyak yang tahu kalau Maladewa itu negara Islam. Penduduknya 100 persen muslim, semua makanan halal dan tak boleh ada alkohol. Siapa tahu, koleksi saya berikutnya terinspirasi dari Maladewa.

Di usia sangat muda, Anda sudah mencapai banyak hal Masih punya cita-cita apa lagi?
Saya ingin bisa go international dan merambah pasar Eropa, Amerika, Timur Tengah dan Asia. Walaupun memproduksi busana muslim, kami ingin pasar yang lebih luas. Kami ingin busana kami bisa dipakai oleh orang yang berhijab dan yang tidak. Kami ingin busana Dian Pelangi tersedia di mana-mana. Itu kan bisa memberi image yang baik tentang Islam karena selama ini, di dunia Barat, Islam telanjur identik dengan kekerasan.

Topik pilihan pembaca:

  • resepsi pernikahan dian pelangi
  • baju akad nikah dian pelangi
  • baju pengantin muslimah dian pelangi
  • sewa gaun pengantin muslimah
  • pernikahan dian pelangi
  • harga sewa baju pengantin muslimah
  • baju pengantin dian pelangi
  • harga sewa gaun pengantin muslimah
  • sewa baju pengantin muslimah
  • gaun pengantin dian pelangi