Adat Pasang Tuwuhan

312 views
Adat Pasang Tuwuhan

Setelah prosesi pemasangan tarub dan bleketepe, dilanjutkan dengan pemasangan tuwuhan. Tuwuhan alau tetuwuhan merupakan bagian dari hiasan atau pajangan berupa aneka ragam daun-daunan, buah_buahan dan umbi-umbian yang masing-masing memiliki makna menurut tradisi dan kepercayaan adat Jawa khususnya yogyakarta.

Tuwuhan untuk  pajangan terdiri atas pohon tebu wurung sepasang, daun beringin secukupnya, daun dadap serep secukupnya, dua tandan pisang berikut pohonnya, dua jonjong kelapa gading yang masih muda (cengkir), dan untaian  padi.  Rangkaian tuwuhon dibagi menjadi dua bagian untuk dipasang di sebelah kanan dan kiri pintu gerbang masuk  atau di sebelah kanan dan kiri pintu masuk rumah.

Dalam perhelatan pernikahan, tuwuhan melambangkan kekayaan alam yang memberi kehidupan segenap makhluk di dunia sekaligus merupakan simbol dari sesuatu yang sangat penting artinya bagi kehidupan dan terus bertumbuh kembang  menuju kebahagiaan rumah tangga pada hususnya. Tuwuhan juga mengandung arti tumbuh, yakni suatu harapan kepada putra dan putri yang akan dimantu dapat memperoleh keturunan yang sehat dan berbudi baik, cukup sandang dan pangan, serta selalu rukun dan bahagia.

Upacara pasang  tuwuhan merupakan satu kesatuan dengan upacara pasang tarub  dan bleketepe. biasanya dilaksanakan pada pagi hari, seiring dengan berlangsungnya pasang tarub dan pasang breketepe. upacara ini dilakukan oleh kedua orang tua calon mempelai wanita, disaksikan oleh anggota keluarga dan kerabat dekat lainnya.